JEJAKSULUT.COM, MINAHASA — Kepemimpinan di tubuh Kepolisian Sektor (Polsek) Langowan kini berada di bawah kendali perwira muda yang sarat pengalaman di bidang reserse dan kriminal. Ia adalah IPDA March Faldry Makaampoh, S.H., M.H.
Bagi IPDA March, amanah yang kini diembannya sebagai Kapolsek Langowan merupakan sebuah kejutan sekaligus tanggung jawab besar yang harus dijawab dengan dedikasi penuh.
Disela-sela pengamanan wilayah, Suami tercinta Ny. Febriani March Makaampoh, S.H. ia blak-blakan mengenai penugasannya ini.
“Jujur saja, saya tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan penugasan di Polsek Langowan ini. Namun secara tiba-tiba saya dipercayakan oleh pimpinan untuk memegang tanggung jawab ini.
Bagi saya, hal ini adalah bukti nyata dari dedikasi pekerjaan: sebagai abdi negara, kami harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan tugas dan kepercayaan yang diberikan,” ujar IPDA March.
Rekam Jejak: Dari Reserse Tipikor hingga Kursi Kapolsek
Gelar Sarjana Hukum (S.H.) dan Magister Hukum (M.H.) yang melekat pada namanya bukan tanpa prestasi.
Hal itu tercermin dari rekam jejak karirnya yang panjang dan tajam di dunia kepolisian Sulawesi Utara, khususnya di bidang reserse kriminal.
Perjalanan karir IPDA March bergerak dinamis dari satu fungsi ke fungsi strategis lainnya:
Samapta Polda Sulut: Mengawali jenjang karir awal di kesatuan Samapta Polda Sulawesi Utara.
Reskrim Polres Minahasa Utara: Menimba pengalaman pertama di bidang reserse kriminal tingkat polres.
Ditreskrimsus Polda Sulut Unit (Tipikor): Dipercaya masuk ke ranah yang lebih spesifik, yakni menangani kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di tingkat Polda.
Satreskrim Polres Minahasa Selatan (Tipiter): Usai merampungkan pendidikan perwira, ia ditempatkan di bagian Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polres Minsel.
Kapolsek Tareran: Memulai kepemimpinan teritorial pertamanya sebagai Kapolsek Tareran sebelum akhirnya bergeser memimpin Polsek Langowan.
Strategi Keamanan: Pacu URC dan Respon Kilat
Berbekal pengalaman luas di bidang operasional dan reserse, IPDA March langsung tancap gas menyusun strategi pengamanan di wilayah hukum Langowan.
Salah satu fokus utamanya adalah memacu pola pengamanan Unit Reaksi Cepat (URC).
Ia menegaskan, URC Polsek Langowan kini dituntut untuk:
1. Mampu merespons setiap laporan masyarakat dalam waktu yang jauh lebih singkat.
2. Bergerak langsung ke lokasi kejadian tanpa penundaan (zero delay).
3. Menjaga kesiapan personel serta sarana prasarana dalam kondisi siap pakai 24 jam.
Langkah taktis ini diakuinya selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto pada momen peringatan HUT Bhayangkara RI.
Presiden menekankan agar institusi Polri senantiasa dekat dengan rakyat, sigap bertindak, berintegritas tinggi, serta setia melayani dan melindungi masyarakat di seluruh penjuru negeri.
Komitmen untuk Langowan yang Kondusif
Menutup perbincangan, IPDA March menegaskan bahwa seluruh modal pengalaman yang ia petik dari berbagai penugasan masa lalu akan diabdikan sepenuhnya untuk masyarakat Langowan.
“Kami pastikan komitmen kami tidak berubah: di mana pun ditempatkan, tugas kami adalah melayani, melindungi, dan mengayomi sebaik-baiknya.
Di Polsek Langowan ini, kami akan terus bergerak cepat, tetap siaga, dan menjaga kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya wilayah Langowan yang damai, aman, dan kondusif,” pungkas perwira penyandang gelar magister hukum tersebut. (*)







