JEJAKSULUT.COM, MINAHASA — Oklen Waleleng resmi ditunjuk untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Minahasa.
Penunjukan ini dilakukan langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara, Michaela Paruntu, seiring berakhirnya masa jabatan kepengurusan DPD II Golkar Minahasa periode 2020–2025 yang sebelumnya dipimpin oleh Adrie Kamasi.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) penunjukan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Golkar Sulut, Apler Bentian.
Usai menerima mandat tersebut, Oklen menegaskan komitmennya untuk segera melangkah dan memastikan roda organisasi partai berlambang pohon beringin itu tetap berjalan optimal.
Saat diwawancarai, Oklen menyatakan langkah awalnya adalah melakukan konsolidasi menyeluruh bersama jajaran pengurus hingga kader di tingkat bawah. Selain itu, ia juga akan merapikan struktur internal organisasi.
“Langkah awal kami adalah menata kebutuhan internal organisasi. Untuk membantu kelancaran tugas kepengurusan sementara ini, kami menunjuk Okstesi Runtuh sebagai sekretaris,” ujar Oklen.
Fokus Jaga Keberlangsungan Partai dan Persiapan Musda
Menurut Oklen, tugas utama yang diemban sebagai Plt adalah menjaga keberlangsungan jalannya organisasi serta mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih ketua definitif DPD II Partai Golkar Minahasa periode 2025–2030.
Tak hanya sekadar menjalankan transisi kepemimpinan, Oklen menekankan pentingnya mengembalikan peran strategis Partai Golkar dalam panggung politik lokal maupun nasional.
“Golkar harus menjadi penentu, bukan hanya penonton dalam Pilpres maupun Pilkada. Ini menjadi salah satu tugas untuk membawa kembali kejayaan Partai Golkar,” tegasnya.
Pergantian kepemimpinan sementara ini menjadi tahapan penting menuju Musda sesuai dengan mekanisme dan arahan pimpinan partai.
Dengan mandat yang telah diberikan, keberadaan Plt diharapkan mampu menjaga soliditas kader, menggerakkan roda organisasi, serta mengantarkan DPD II Golkar Minahasa menuju kepemimpinan definitif yang baru. (*)







