JEJAKSULUT.COM, MANADO – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kajati Sulut) Jacob Hendrik Pattipeilohy melantik dan mengambil sumpah jabatan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut serta sejumlah pejabat eselon III di wilayah Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.
Pelantikan tersebut digelar di Aula Sam Ratulangi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, Manado, Kamis (23/4/2026).
Dalam sambutannya, Jacob menegaskan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari penyegaran sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja organisasi.
“Perubahan ini adalah bagian dari upaya penyegaran sumber daya manusia untuk menggerakkan kehidupan organisasi dan meningkatkan semangat kerja,” ujar Jacob dalam keterangannya.
Dalam pelantikan itu, Feri Tas resmi dilantik sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara menggantikan Eko Adhyaksono yang dimutasi sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Selain itu, sejumlah pejabat eselon III juga mengalami rotasi dan promosi jabatan.
“Tujuannya agar berdampak positif pada kualitas pelaksanaan tugas,” katanya.
Pejabat lain yang dilantik di antaranya Reinhard Tololiu sebagai Asisten Tindak Pidana Umum, Titin Herawati Utara sebagai Asisten Pengawasan, Adi Imanuel Palebangan sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon, Tasjrifin Muljana Abdul sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu, dan Erwin Widihantono sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Bitung.
Jacob mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar mampu menjawab harapan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Menurutnya, setiap pejabat harus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kearifan lokal dalam menjalankan tugas.
“Setiap pejabat harus mampu menerjemahkan harapan masyarakat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya mengedepankan kualitas dalam penegakan hukum secara humanis, bukan hanya berorientasi pada kuantitas penyelesaian perkara.
“Kedepankan kualitas dalam penegakan hukum secara humanis, bukan sekadar mengejar kuantitas,” tegas Jacob.
Selain itu, Jacob meminta seluruh jajaran Kejati Sulut menghindari gaya hidup hedonis dan menjalani kehidupan sederhana sesuai kemampuan.
Hal tersebut dinilai penting agar aparat penegak hukum tetap menjaga integritas dan kepercayaan publik.
“Seluruh jajaran harus menghindari gaya hidup hedonis dan tetap hidup sederhana sesuai kemampuan,” pungkasnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri para asisten di lingkungan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara, pengurus Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, para kepala kejaksaan negeri, serta pejabat struktural lainnya di wilayah Kejati Sulut.







