JEJAKSULUT.COM, Manado – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Utara resmi menetapkan Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulut periode 2025-2030.
MEP terpilih secara aklamasi setelah mengantongi dukungan penuh dari seluruh pemilik suara dalam forum tertinggi partai tingkat provinsi tersebut.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini digelar di Ballroom Grand Kawanua Novotel Manado, Paniki Bawah, Kota Manado, pada Sabtu (11/4/2026).
Dukungan Solid 100 Persen, kemenangan MEP sudah terlihat sejak dimulainya tahapan pemandangan umum. Seluruh pemilik suara yang terdiri dari:
* DPD II Golkar dari 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara.
* Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
* Organisasi Sayap Partai.
Secara bulat, mereka menyatakan dukungan tunggal kepada MEP untuk nakhodai Beringin Sulut lima tahun ke depan.
Dengan hasil ini, MEP resmi menggantikan posisi Christiany Eugenia Paruntu (CEP) yang telah habis masa jabatannya.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Michaela Elsiana Paruntu menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh seluruh kader.
“Ini adalah tanggung jawab dan amanah yang besar. Saya siap menjalankan mandat partai dengan sepenuh hati. Fokus kita ke depan adalah memperkuat konsolidasi hingga ke akar rumput demi kejayaan Golkar di Sulawesi Utara,” ujar MEP dengan optimisme tinggi.
Ia juga menekankan, sebagaimana pesan Ketua DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia yakni pentingnya persatuan internal untuk menghadapi tantangan politik ke depan.
Menurutnya, keberhasilan Golkar di Sulut hanya bisa dicapai melalui kerja kolektif, kekompakan dan militansi seluruh kader.
Terkait struktur kepengurusan DPD I Partai Gokar Sulut MEP menyebut akan segera menyusun sesuai arahan DPP karena struktur akan lebih ramping.
“Target Pemilihan Kepala Daerah, kita akan beresi satu per satu, pasti punya target kedepan,” ujarnya saat diwawancarai wartawan.
Sementara CEP berharap, Ketua MEP dapat membawa Golkar Sulut semakin maju kedepan.
Diketahui, Transisi kepemimpinan dari CEP ke MEP ini dinilai banyak pihak sebagai langkah strategis untuk penyegaran organisasi.
MEP diharapkan mampu membawa energi baru dan mempertahankan marwah Partai Golkar sebagai salah satu kekuatan politik utama di Bumi Nyiur Melambai. (*)







