Gubernur Yulius Selvanus: Cap Go Meh Perkuat Toleransi dan Kebersamaan di Sulut

JEJAKSULUT.COM, MANADO – Ribuan warga memadati kawasan Kampung Cina, Kota Manado, saat perayaan Cap Go Meh yang dipusatkan di sekitar Kelenteng Ban Hin Kiong, kelenteng tertua di Sulawesi Utara, Selasa (3/3/2026).

Sejak siang hingga malam hari, lautan manusia tumpah ruah dari garis start hingga finish, menciptakan suasana semarak penuh warna dan nuansa religius.

Pada puncak acara, atraksi Tangsin diarak menyusuri rute yang telah ditentukan.

Sebanyak 9 klenteng ambil bagian dengan menghadirkan 14 kio dan 10 tangsin. Arak-arakan diawali dengan penampilan Waraney Minaesa, organisasi masyarakat adat Minahasa, yang membuka jalannya prosesi dengan penuh khidmat.

Tak hanya sarat makna religius bagi umat Tridharma, perayaan ini juga menjadi panggung akulturasi budaya.

Tarian Kabasaran, musik bambu, serta kereta hias turut memeriahkan suasana, mempertegas simbol toleransi dan kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas Kota Manado.

Antusiasme warga terlihat dari ribuan handphone yang terangkat untuk mengabadikan momen tersebut.

Sepanjang rute arak-arakan, masyarakat berdesakan demi menyaksikan dari dekat atraksi para tangsin dan kemegahan kio berhias ornamen khas Tionghoa.

Perayaan ini turut dihadiri Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay didampingi Sekprov Sulut, Denny Mangala.

Hadir pula Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Ricard Sualang yang menyaksikan jalannya prosesi hingga selesai.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyampaikan ucapan selamat kepada masyarakat Tionghoa yang merayakan Cap Go Meh.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mengucapkan banyak selamat kepada masyarakat Tionghoa,” ujar Yulius.

Ia berharap perayaan ini membawa berkat dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.

“Kiranya semua diberkati Tuhan, banyak rejeki, bahagia selalu menjadi bagian kita semua,” pungkasnya.

Sementara itu, membludaknya jumlah pengunjung berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Kemacetan parah tak terhindarkan, terutama saat warga mulai meninggalkan area perayaan.

Banyak pengunjung membutuhkan waktu cukup lama untuk bisa keluar dari kawasan Cap Go Meh.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *