JEJAKSULUT.COM, MANADO – Tahlis Gallang resmi dilantik sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Utara, oleh Gubernur Yulius Selvanus.
Pelantikan berlangsung khidmat di Ruang Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Kota Manado, Senin (4/5/2026).
Dalam pernyataannya, Tahlis menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Terima kasih banyak Presiden telah menetapkan saya. Terima kasih Pak Gubernur karena telah mengusulkan saya hingga boleh dilantik hari ini,” ujarnya.
Tahlis menegaskan, posisi Sekprov memiliki peran strategis sebagai motor penggerak organisasi pemerintahan daerah.
Ia menyebut, pengelolaan pelayanan kepada masyarakat sangat bergantung pada kinerja sekretaris daerah.
“Sebagaimana disampaikan Pak Gubernur, tugas Sekprov adalah motor penggerak organisasi sehingga pengelolaan untuk masyarakat ada di Sekretaris Daerah Sulut,” katanya.
Ke depan, ia berkomitmen untuk meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran agar lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, Pemprov Sulut juga akan fokus menggali potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor unggulan.
“Kami akan menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah yang berpotensi, di antaranya dari sektor kelautan dan pertambangan,” jelasnya.
Menurutnya, peningkatan PAD menjadi pekerjaan rumah utama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, dan ia siap menjalankan peran sebagai koordinator utama dalam upaya tersebut.
Tahlis juga mengungkapkan optimisme terhadap sektor pertambangan yang dinilai memiliki potensi besar.
Ia menyebut Sulawesi Utara termasuk daerah yang mendapatkan izin pertambangan cukup signifikan.
“Kalau aspek ini kita kelola dengan baik, maka tingkat ketergantungan fiskal ke pemerintah pusat bisa kita turunkan,” ungkapnya.
Dengan pengelolaan yang optimal, ia meyakini kemandirian daerah akan semakin meningkat di masa mendatang.
Diketahui, Tahlis Gallang merupakan lulusan IPDN tahun 1997 dan memiliki rekam jejak panjang di birokrasi.
Ia tercatat pernah tiga kali menjabat sebagai Sekretaris Daerah, yakni di Bolaang Mongondow Selatan, Kota Kotamobagu, serta Kabupaten Bolaang Mongondow.







