Satu-Satunya di Sulut, UNIMA Lolos Program BESTARI SAINTEK 2026 Mitigasi Emisi Gas Metana, Gandeng Pemkab Minahasa

JEJAKSULUT.COM, MINAHASA – Universitas Negeri Manado (Unima) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset dan inovasi berbasis lingkungan melalui Program Ekosistem Hidup Berbasis Sains dan Teknologi (BESTARI SAINTEK) Tahun 2026.

Sebagai salah satu penerima Program Riset BESTARI SAINTEK 2026, Unima dipercaya menjalankan program strategis bertajuk “Mitigasi Emisi Gas CH4 dari Budidaya Padi Sawah” dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Minahasa sebagai mitra utama.

Program ini menjadi bagian dari upaya penguatan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan serta berbasis sains dan teknologi.

Dalam giat ini, Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey S.Si, MAP yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Minahasa Drs. Arthur Palilingan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penelitian yang memiliki manfaat besar terhadap isu perubahan iklim dan perlu mendapat tindak lanjut bersama pemerintah daerah.

“Kegiatan ini perlu adanya koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa. Pak Bupati juga memberi perhatian khusus terhadap program ini dan akan terus menindaklanjutinya,” ujar Palilingan di depan peserta yang bertempat di Ruang Sidang Unima, pada Selasa (26/5/2026).

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Minahasa siap menjadi bagian dalam kolaborasi guna mendukung penuh keberhasilan program tersebut di Kabupaten Minahasa.

Sementara itu, Rektor Universitas Negeri Manado Dr. Joseph Philip Kambey SE., Ak., MBA menjelaskan bahwa Program BESTARI SAINTEK 2026 diikuti hampir 9.000 proposal riset dari seluruh Indonesia. Namun, hanya sekitar 122 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan.

“Unima melalui Prof. Orbanus menjadi salah satu penerima program ini dan menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang lolos. Ini merupakan kebanggaan sekaligus kehormatan bagi Unima dan masyarakat Minahasa, khususnya wilayah Tataran yang akan menjadi mitra penelitian,” ungkapnya.

Menurutnya, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam pengembangan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut mendapat dukungan dari berbagai unsur akademik dan pemerintah daerah, di antaranya Dekan FMIPA Unima Yermia S. Mokosuli serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa Margaretha Ratulangi.

Sementara itu, Ketua Tim Penelitian, Prof. Dr. Orbanus Naharia, M.Si., memaparkan sejumlah materi penelitian terkait perubahan iklim dan emisi gas metana dari lahan persawahan.

Dalam paparannya, ia menjelaskan peningkatan suhu rata-rata global sejak tahun 1850 hingga 2025 serta proses terbentuknya emisi gas CH4 pada lahan padi sawah akibat penguraian bahan organik secara anaerob oleh bakteri metanogen.

Ia juga memaparkan pola emisi gas metana selama satu musim tanam, kondisi potensial redoks tanah pada sistem aerob dan anaerob, hingga penerapan teknologi intermittent irrigation sebagai strategi mitigasi emisi gas rumah kaca pada sektor pertanian.

Selain itu, tim penelitian turut mempresentasikan analisis Social Return on Investment (SROI) pada penerapan teknologi intermittent irrigation dalam budidaya padi sawah, termasuk proses pengambilan sampel gas CH4 dan strategi diseminasi program mitigasi gas metana dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Selain sosialisasi dan penyamaan persepsi, program ini juga menyoroti penandatanganan kontrak oleh Kepala LPPM Unima Armstrong F. Sompotan bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto pada peluncuran Program BESTARI SAINTEK di Jakarta, 29 April 2026.

Melalui program tersebut, Unima diharapkan mampu menghadirkan inovasi pertanian yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendukung terciptanya masa depan lingkungan yang lestari di Sulawesi Utara.

Hadir dalam kegiatan ini yakni, Sekretaris Senat UNIMA, Prof. Dr. Beatrix Jetje Podung, M.Kes., AIFO., Wakil Rektor Bidang Akademik UNIMA, Prof. Dr. Mister Gidion Maru, M.Hum., Direktur Pascasarjana UNIMA Prof. Dr. Rolles Nixon Palilingan, MS, Ketua SPI UNIMA, James Jeffio Manengkey, SE., DEA., MSA.,Dekan FT UNIMA, Dr. Hendro Maxwell Sumual, ST, M.Eng, M.Pd., Dekan FIKKM UNIMA, Dr. Fredrik Alfrets Makadada, M. Kes, AIFO., Dekan FISH UNIMA, Prof. Dr. Theodorus Pangalila, S.Fils., S.H., M.Pd., Dekan FBS UNIMA, Dr. Grace Luntungan, M.Hum,Dekan FBS UNIMA, Dr. Grace Shirley Luntungan, M.Hum., Kepala Biro Akademik UNIMA, Vivi Winny Saroinsong, S.Pi., M.A.P., dan para kepala unit pelaksana akademik di lingkungan UNIMA.(*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *