JEJAKSULUT.COM, TOMOHON — Dalam upaya meningkatkan kompetensi serta kualitas pelayanan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Branch Office (BO) Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tondano menggelar program pendidikan dan penyegaran pengetahuan (refreshment) perkreditan bagi para mantri.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua gelombang, yakni pada 3 Oktober 2026 dan 10 Oktober 2026, bertempat di Hotel Grand Master Tomohon, Sulawesi Utara.
Sebagai petugas lapangan atau Account Officer (AO) segmen mikro, mantri BRI memiliki peran krusial dalam mengelola, memasarkan, serta menganalisis berbagai produk layanan perbankan.
Tugas utama mereka mencakup pemasaran produk, analisis kredit, pembinaan nasabah, hingga pemberian edukasi dan literasi keuangan kepada masyarakat.
Melalui pelatihan ini, BRI BO Tondano bertujuan memperkuat pemahaman para mantri mengenai proses perkreditan, khususnya dalam menjalankan tugas sebagai tenaga pemasar mikro yang berhadapan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha di wilayah kerja masing-masing.
Materi pendidikan disajikan langsung oleh Branch Office Head BRI BO Tondano, Ronald Englebert P.. Dalam pemaparannya, Ronald menekankan pentingnya penguasaan ilmu perkreditan sebagai bekal utama bagi para mantri untuk bekerja secara profesional—mulai dari pemasaran produk perbankan, analisis kelayakan kredit, hingga pendampingan perkembangan usaha nasabah.
“Sebagai garda terdepan BRI dalam menjangkau sektor mikro, mantri memiliki peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat. Tugas tersebut tidak hanya sebatas menawarkan produk pinjaman seperti Kupedes dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), tetapi juga mencakup analisis kondisi usaha calon debitur, penilaian kemampuan membayar, serta pemantauan perkembangan usaha setelah pembiayaan diberikan,” tegas Ronald.
Selain pembiayaan mikro, para mantri juga didorong untuk terus memperkenalkan produk simpanan serta layanan digital BRI, termasuk AgenBRILink, guna mendukung kemudahan akses keuangan inklusif di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan penyegaran ini, seluruh mantri diharapkan dapat semakin menerapkan prinsip kehati-hatian (prudential banking) dalam penyaluran kredit, melakukan analisis secara cermat, serta menjaga kualitas portofolio kredit agar tetap sehat dan berkelanjutan.
Ronald berharap, usainya kegiatan ini dapat memacu peningkatan kompetensi, integritas, dan tanggung jawab para mantri BRI BO Tondano dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Dengan demikian, setiap pembiayaan yang disalurkan dapat diberikan secara tepat sasaran, sesuai kebutuhan dan kemampuan nasabah, sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV)







