JEJAKSULUT.COM, TOMOHON – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Utara, Haposan Silalahi, meninjau langsung wisma hunian anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tomohon, Senin (19/10/2026).
Kunjungan ini merupakan wujud nyata perhatian dan kepedulian pimpinan terhadap kondisi hunian serta keberlangsungan proses pembinaan anak binaan.
Dalam peninjauan tersebut, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Zulkarnain, serta Kepala LPKA Kelas II Tomohon, Novian Endus Santoso.
Langkah ini dilakukan guna memastikan lingkungan tempat tinggal dan fasilitas pendukung anak binaan berada dalam kondisi aman, nyaman, serta berorientasi pada prinsip pembinaan yang humanis.
Di sela-sela peninjauan, Haposan Silalahi menyempatkan diri berdialog serta memberikan nasihat dan motivasi secara langsung kepada para anak binaan.
Ia mendorong mereka untuk menjadikan masa pembinaan di LPKA sebagai momen berharga untuk memperbaiki diri, membentuk karakter yang kuat, dan mempersiapkan diri menyongsong masa depan yang lebih baik.
“Tetap semangat belajar, junjung tinggi kedisiplinan, dan bertanggung jawab. Jangan pernah kehilangan harapan untuk meraih cita-cita saat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat kelak,” pesan Haposan kepada anak binaan.
Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Tomohon, Novian Endus Santoso, menyampaikan apresiasi mendalam dan terima kasih atas perhatian serta arahan yang diberikan oleh Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Utara.
Novian menilai kunjungan ini menjadi suntikan semangat dan motivasi tersendiri bagi seluruh jajaran LPKA Tomohon.
“Kunjungan Bapak Kakanwil menjadi pendorong semangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan program pembinaan.
Kami berkomitmen menjalankan arahan pimpinan guna mewujudkan lingkungan pembinaan yang lebih baik dan berorientasi pada masa depan anak binaan,” ujar Novian.
Kunjungan kerja ini menegaskan komitmen Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Utara dalam mendorong sistem pemasyarakatan yang humanis, terarah, dan berkelanjutan.
Sinergi yang kuat antara pimpinan dan jajaran pelaksana diharapkan dapat membuka kesempatan seluas-luasnya bagi setiap anak binaan untuk mengembalikan potensi diri dan menatap masa depan dengan penuh optimisme. (*)







