Dukung Distribusi Produk Lokal Petani Minsel, CEP Dorong Optimalisasi Pelabuhan Amurang Bersama Pelindo

JEJAKSULUT.COM, MINSEL – Anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu, yang akrab disapa CEP, menggelar kunjungan kerja strategis di wilayah Minahasa Selatan (Minsel), tepatnya di Amurang, pada Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan bersama mitra kerja BUMN, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, guna membahas percepatan infrastruktur logistik di daerah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut CEP didampingi Wakil Ketua DPRD Sulut dr Michaela Elsiana Paruntu (MEP), kemudian, General Manager (GM) Pelindo Manado, Nurlayla Arbie, beserta jajaran terkait untuk membahas potensi pengembangan fasilitas pelabuhan.

Dalam arahannya, CEP menekankan bahwa keberadaan Pelabuhan Amurang merupakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, pelabuhan ini adalah kunci agar produk lokal, khususnya hasil pertanian hortikultura dari Kecamatan Modoinding yang sudah tersohor, dapat dipasarkan secara lebih luas ke luar Sulawesi Utara.

“Minahasa Selatan adalah ‘dapurnya’ Indonesia Timur. Lewat optimalisasi pelabuhan, kita dapat memangkas waktu pengiriman dan mempercepat distribusi barang ke wilayah strategis seperti Kalimantan, Jayapura, hingga Maluku,” ujar mantan Bupati Minsel dua periode tersebut.

CEP berkomitmen untuk mengawal proses pengembangan infrastruktur ini di tingkat pusat.

Ia menegaskan bahwa koordinasi yang kuat antara pengelola pelabuhan dan pemerintah pusat menjadi syarat mutlak agar anggaran pembangunan dapat terealisasi.

“Kita ingin Pelabuhan Amurang kembali menjadi lebih baik. Anggaran akan kita kawal bersama di DPR RI. Kini tinggal bagaimana pihak PT Pelindo menyusun usulan teknis kepada Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal terkait agar pengembangan ini segera mendapat lampu hijau,” pungkas CEP.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antar-pulau, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi para petani di Minahasa Selatan melalui efisiensi biaya logistik yang lebih kompetitif. (*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *