JEJAKSULUT.COM, MINAHASA — Nilai kepedulian dan kebersamaan masyarakat Minahasa terlihat hangat di Desa Kombi, Kecamatan Kombi, pada Kamis (15/10/2026).
Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey, S.Si, MAP, bersama Wakil Bupati Vanda Sarundajang, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan satu unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ibu Femmy Oroh, warga setempat.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Franky Wolajan, Dandim 1302/Minahasa, Letkol Inf Bonaventura, Kepala Dinas Perkim Doudson Rombon, Pemerintah Kecamatan Kombi, Pemdes, hingga Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat.
Pembangunan rumah ini menjadi sangat istimewa karena diwujudkan melalui hasil gerakan Mapalus—tradisi gotong royong khas Minahasa—yang digerakkan langsung oleh warga Desa Kombi.
Rumah yang dulunya memprihatinkan kini mulai dibangun kembali secara swadaya berkat penggalangan dana dari masyarakat setempat serta dukungan tulus para donatur dari luar desa.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Minahasa, Daudson Rombon, menyampaikan bahwa budaya Mapalus merupakan warisan leluhur yang mencerminkan kebersamaan dan rasa empati mendalam dalam membantu sesama.
Namun, ia tak menampik bahwa seiring berkembangnya zaman, tradisi gotong royong dalam membangun hunian warga sempat perlahan memudar.
Oleh karena itu, aksi nyata warga Desa Kombi ini menjadi momen kebangkitan kembali nilai-nilai luhur tersebut di tengah arus modernisasi.
Dalam sambutannya Bupati Minahasa, Robby Dondokambey, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh warga dan donatur yang terlibat.
Ia mengungkapkan bahwa gerakan Mapalus merupakan bentuk kepedulian sosial yang sangat berarti, terutama untuk membantu masyarakat kurang mampu di tengah keterbatasan anggaran pemerintah daerah akibat kebijakan efisiensi.
Bupati berharap semangat gotong royong ini tidak berhenti di Desa Kombi saja, melainkan bergerak luas menjadi pendorong bagi warga lainnya untuk bahu-membahu memperbaiki kondisi rumah tetangga yang belum layak huni.
“Kiranya gerakan Mapalus ini dapat diterapkan di seluruh Desa dan Kelurahan yang ada di Minahasa dengan jumlah keseluruhan 270 desa/kelurahan.
Karena hal ini dapat memperkuat kembali nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang telah menjadi identitas masyarakat Minahasa,” pungkas Bupati Robby Dondokambey.
Momen meletakkan batu pertama ini tidak hanya menandai dimulainya pembangunan fisik dinding dan atap bagi Ibu Femmy Oroh, tetapi juga mengokohkan kembali fondasi persaudaraan dan rasa kemanusiaan di Tanah Minahasa. (*)







