24 Finalis Waraney-Wulan Minahasa ‘Berperang’ di Benteng Moraya Tondano, Unjuk Bakat dan Talenta ke Panggung Grand Final

JEJAKSULUT.COM, MINAHASA — Suasana sarat sejarah dan budaya menyelimuti Amphitheater Benteng Moraya, Tondano, pada Kamis (22/10/2026).

Sebanyak 24 finalis Pemilihan Waraney Wulan Minahasa (PWWM) 2026 tampil memukau dalam panggung Talent Show, membawa semangat perjuangan Perang Tondano ke dalam setiap atraksi seni dan budaya yang ditampilkan.

Dipilihnya Benteng Moraya sebagai lokasi acara memberikan nilai simbolis yang kuat.

Di panggung bersejarah tersebut, 12 pasang finalis putra dan putri menunjukkan bakat, kreativitas, serta karakter terbaik mereka untuk mencuri perhatian dewan juri.

Penampilan yang dibawakan sangat beragam, mulai dari seni tari, tarik suara, permainan alat musik tradisional, aksi teatrikal, hingga seni bela diri.

Lebih dari sekadar unjuk bakat, ajang ini merupakan salah satu tahapan krusial dalam menyaring duta daerah yang berkualitas holistik.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Minahasa, Drs. Moudy Leonhard Pangerapan, MAP, menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berpatokan pada penampilan fisik belaka.

“Bukan hanya ketampanan, bukan juga hanya kecantikan, itu nomor dua. Tapi etikanya dalam pergaulan, kemampuannya dalam berkomunikasi, semuanya dinilai,” ujar Pangerapan.

Para peserta yang tampil merupakan hasil penyaringan ketat dari total 105 pendaftar yang mengikuti seleksi awal.

Kini, ke-24 finalis bersaing ketat membuktikan kualitas pribadi, kepercayaan diri, serta etika komunikasi mereka sebelum melangkah ke malam puncak Grand Final Waraney Wulan Minahasa 2026.

Sementara, Ketua IWWM Minahasa Evans Mambu menambahkan, Melalui spirit Perang Tondano yang diusung, para finalis diharapkan tak sekadar berkompetisi secara sehat, melainkan juga mampu menjadi representasi generasi muda saat ini.

“Tentu harapanya lewat talent show ini, bisa menampilkan talenta bahkan membentuk karakter, melestarikan warisan budaya, serta aktif mempromosikan potensi pariwisata daerah,” tandas Mambu. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *