Bawa Semangat Perubahan, Noufi Karamoy Siap Bangun Dan Sejahterakan Masyarakat Desa Touliang Oki Minahasa

JEJAKSULUT.COM, MINAHASA – Bursa pemilihan Hukum Tua di Desa Touliang Oki, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa kini hadir sosok figur yang memadukan latar belakang spiritualitas, pendidikan, dan pengalaman birokrasi yang matang.

Ya, Noufi Karamoy, S.Th, M.Si, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai Hukum Tua di Desa Touliang Oki, Minahasa.

Dengan mengusung jargon “Satu Hati Untuk Perubahan Nyata”, Noufi membawa Visi besar: Mewujudkan Desa Touliang Oki yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Figur Cerdas dengan Rekam Jejak Pelayanan

Lahir di Touliang Oki pada November 1965, Noufi bukan orang baru dalam dunia pelayanan masyarakat. Lulusan Pascasarjana (S2) Magister Sains Universitas Sam Ratulangi ini memiliki rekam jejak yang mumpuni.

Bermula dari pengabdian sebagai Pendeta di GMIM Kairios Kawiley dan GMIM Immanuel Bahu, hingga berkarier di dunia pendidikan sebagai Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Manado.

Pengalaman organisasi sebagai Ketua MGMP-PAK Kota Manado, Ketua MGMP Guru Agama Sulut hingga Pensiun, membuktikan kapasitasnya dalam memimpin dan merangkul berbagai lapisan masyarakat.

Di balik sosoknya yang tegas, ia adalah istri dari Rudolf Walangare, SE, dan ibu dari dua orang putri yang sukses di bidang sains dan kedokteran.

Komitmen Pembangunan: Kantor Desa Modern & Digitalisasi

Saat ditemui media ini, di kediamannya pada Selasa (12/5/2026), Noufi memaparkan program prioritasnya yang menyentuh aspek fisik dan sistem pemerintahan.

Salah satu gebrakan utamanya adalah pembangunan Kantor dan Balai Desa yang representatif.

“Kantor Desa harus menjadi simbol identitas dan wibawa Touliang Oki. Bukan sekadar gedung, tapi pusat pelayanan yang nyaman dan dilengkapi sarana olahraga agar menjadi wadah pertemuan warga,” ujar Noufi Karamoy.

Tak berhenti di sana, ia berkomitmen menghadirkan Administrasi Pemerintahan Berbasis Digital.

“Masyarakat butuh pelayanan yang cepat, tepat, dan tuntas. Dengan digitalisasi, transparansi anggaran dan akses informasi desa akan terbuka lebar bagi siapa saja,” tambahnya.

Infrastruktur dan Kesejahteraan Sosial

Noufi juga menyoroti kebutuhan mendasar warga, mulai dari pembangunan jalan, drainase, penerangan jalan, hingga penyediaan air bersih. Perluasan lahan pekuburan dan pengadaan kendaraan sampah juga masuk dalam daftar “Prioritas Perubahan” yang ia usung demi kenyamanan masyarakat Desa.

Dalam sektor ekonomi, ia berencana mengolaborasikan BUMDes dengan Koperasi Desa Merah Putih.

“Program ini mencakup Pelatihan keterampilan masyarakat, Pengelolaan Dana Duka, Fasilitasi Jaminan Kesehatan serta Jaminan Kecelakaan Kerja,” paparnya.

Merangkul Milenial dan Melestarikan Budaya

Bukan hanya itu, Sadar akan potensi generasi muda, Noufi berkomitmen mengaktifkan kembali organisasi kepemudaan desa selain sebagai wadah perkumpulan generasi muda juga sebagai wadah Pembinaan generasi muda.

Berbagai turnamen mulai dari olahraga tradisional seperti Sepakbola, Voli, dan Bulutangkis hingga E-Sport seperti Mobile Legend akan difasilitasi sebagai wadah bakat pemuda desa.

Di sisi lain, ia ingin memperkuat jati diri desa melalui kearifan lokal.

“Kita akan rutin merayakan HUT Desa setiap tahun, disertai lomba-lomba dan mempromosikan produk unggulan mebel Touliang Oki melalui pameran, serta membentuk Tim Maengket dan Cakalele desa agar budaya kita tetap lestari,” tutupnya dengan optimis.

Dengan dukungan keluarga dan bekal pengalaman yang mumpuni, Noufi Karamoy kini melangkah dengan satu tujuan Menjadikan Touliang Oki desa percontohan yang modern tanpa meninggalkan potensi dan budayanya. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *