JEJAKSULUT.COM, Pendidikan – Nama Prof. Dr. Donal Matheos Ratu, M.Hum, menjadi salah satu figur akademisi di Universitas Negeri Manado (Unima) yang patut menjadi teladan.
Tak hanya karena kecemerlangan akademisnya, tetapi juga karena dedikasi dan gaya hidupnya yang jauh dari kesan eksklusif.
Sebagai salah satu Guru Besar termuda di Unima, Prof. Donal kini memegang tanggung jawab besar.
Ia dipercaya oleh Rektor Unima, Dr. Joseph Kambey, SE, Ak, MBA, untuk menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Perencanaan, dan Umum.
Jabatan strategis ini menempatkannya sebagai salah satu pilar utama dalam stabilitas operasional dan pengembangan infrastruktur kampus.
Di bawah kepemimpinan Rektor Joseph Kambey, Prof. Donal dikenal sebagai sosok yang teliti dan visioner dalam mengelola urusan manajerial universitas.
Namun, ada sisi menarik yang membuat sosoknya begitu dicintai dan disegani oleh rekan sesama dosen maupun mahasiswa.
Meski memiliki gelar akademik tertinggi dan jabatan struktural yang mentereng, Prof. Donal tetap mempertahankan jati dirinya sebagai pribadi yang sederhana dan pekerja keras.
Di sela-sela kesibukan menyusun kebijakan anggaran atau memimpin rapat-rapat penting, Prof. Donal tidak canggung untuk kembali ke alam.
Ia aktif turun langsung bekerja sebagai petani. Baginya, bertani bukan sekadar rutinitas, melainkan cara untuk tetap membumi dan menghargai nilai kerja keras.
“Bagi saya membantu orang lain lewat pekerjaan dan jabatan adalah bagian dari pelayanan. Begitu juga dalam kita bertani,” ujar Prof Donal yang juga pernah memimpin Fakultas Bahasa dan Seni Unima sebagai dekan pada periode 2016 hingga 2022.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pimpinan universitas merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Pada prinsipnya sebagai bawahan rektor, saya selalu siap menjalankan tugas yang dipercayakan dengan penuh tanggung jawab. Semua ini pada akhirnya adalah bagian dari bekerja untuk melayani,” ungkapnya.
Prof Donal sendiri resmi meraih gelar Guru Besar pada akhir 2024. Pencapaian ini semakin menegaskan kiprahnya sebagai akademisi yang konsisten dalam bidang pendidikan dan penelitian.
Di lingkungan kampus, ia dikenal sebagai figur yang aktif mendorong pengembangan institusi serta memberikan motivasi kepada mahasiswa dan generasi muda.
Nilai kesederhanaan, rasa syukur, serta dedikasi dalam bekerja menjadi prinsip yang selalu ia pegang.
Kombinasi antara kecerdasan intelektual dan ketulusan sikap ini menjadikan Prof. Donal sebagai role model bagi generasi muda di Sulawesi Utara.
Ia membuktikan bahwa kesuksesan di puncak karier akademis tidak harus mengubah karakter seseorang menjadi kaku atau berjarak dengan masyarakat.
Melalui kerja keras, pengabdian, dan semangat melayani, Prof Donal berkomitmen terus memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Universitas Negeri Manado dan dunia pendidikan. (*)







