JEJAKSULUT.COM, Minahasa – Suasana penuh kegembiraan menyelimuti Desa Ranowangko II pada Minggu, 1 Februari 2026.
Pemerintah Desa Ranowangko II bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK), BAMAG, sukses menyelenggarakan perhelatan budaya bertajuk “Festival Figura Beregu dan Perjaga”.
Terlihat, Kekompakan Bamag, menciptakan satu kebersamaan antar denominasi di Desa Ranowangko Dua.
Acara yang dipusatkan di area desa ini dimulai pukul 13.00 WITA dan dihadiri langsung oleh Camat Kombi, James Limpele sekaligus membawakan sambutan.

Kehadiran masyarakat, unsur lintas kecamatan tamu serta undangan tersebut menambah semarak suasana, sekaligus memberikan dukungan moral bagi pelestarian budaya lokal di wilayah Kecamatan Kombi Minahasa.
Festival ini tidak hanya menampilkan seni Figura yang menjadi ciri khas daerah, tetapi juga dirangkaikan dengan berbagai lomba menarik yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, di antaranya:
* Lomba Tobelo Lansia Antar Jaga: Menampilkan semangat para lansia dalam gerak dan lagu.
* Lomba Motor Lambat: Sebuah kompetisi ketangkasan berkendara yang menghibur penonton.
*Ada juga Sajian Kuliner Tradisional Gratis

Pihak penyelenggara yang didukung oleh BAMAG juga memanjakan warga yang hadir dengan menyajikan aneka jajanan kue tradisional secara gratis.
Hidangan khas seperti Nasi Jah, Bodok-bodok, dan Cucur ludes dinikmati masyarakat yang berada di lokasi acara.
Apresiasi untuk Kreativitas
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi warga, panitia menyiapkan hadiah uang tunai bagi 3 peserta terbaik di setiap kategori lomba.

Hukum Tua Desa Ranowangko Dua Liefke Languyu mengatakan Festival ini mengusung semangat “Mari Jo Torang Pulang Kampung” yang bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Ranowangko II berharap nilai-nilai kebersamaan dan kekayaan budaya lokal dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tutup Languyu. (*)







