Dinilai Tak Sinergi Dengan Wartawan, Ketua Komunitas Pers Minahasa Minta Kapolda Sulut Evaluasi Kinerja Kasat Lantas Polres Minahasa

JEJAKSULUT.COM, Minahasa – Komunitas Pers Minahasa (PERS-MIN) mempertanyakan kinerja Kasat Lantas Polres Minahasa AKP Sumiaty Pontoan yang alergi dengan wartawan yang bertugas di Polres Minahasa.

Pasalnya, Sejumlah wartawan yang biasa melakukan peliputan di Polres minahasa menilai Kasat Lantas AKP Sumiaty Pontoan tertutup soal keterbukaan informasi dan tidak bersinergi dengan Jurnalis yang selama ini menjadi Mitra Kerja Polres Minahasa.

Meyke Kembuan salah satu wartawan mengungkapkan sebelumnya dirinya bersama 3 rekan jurnalis hendak melakukan konfirmasi terkait kegiatan Operasi Keselamatan Samrat 2026.

“Saat kami ingin menemui Kasat Lantas, beliau beralasan ingin ke toilet sebentar, tapi setelah menunggu beberapa waktu ternyata telah menghilang tanpa menemui wartawan, ini tentu sangat tidak menghargai kami sebagai Mitra Kerja Polri,” jelas Meyke Kembuan, Selasa (10/2/2026).

Bukan hanya itu, lanjut Meyke, dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Kasat Lantas AKP Sumiaty selalu menghindari media untuk diwawancarai terkait giat Satuan Lalulintas Polres Minahasa.

“Semenjak beliau menjabat Kasat Lantas, tidak pernah menerima kami untuk melalukan tugas-tugas Jurnalistik, selalu menghindar,” ujar Meyke.

Hal yang sama juga di akui Jurnalis Haris Tumbol yang juga kesulitan untuk bertemu dengan Kasat Lantas, dengan berbagai alasan.

“Ini tentu sangat memprihatinkan, adanya anggota Polri yang tidak mau bersinergi dengan Mitra kerja, padahal tugas kami adalah untuk membantu memberikan informasi publik dan imbauan kepada masyarakat terkait giat Satlantas,” tukas Haris Tumbol.

Sementara itu, sejumlah wartawan Minahasa juga mengeluhkan komunikasi melalui Whats Up dengan kasat lantas hanya sampai di baca beliau tapi tidak ada balasan.

Terkait hal ini, Ketua Komunitas PERS Minahasa Kelly Korengkeng mengatakan tindakan Kasat Lantas yang enggan bertemu dengan wartawan sangatlah tidak elegan bahkan mencedrai citra polri di mata jurnalis.

Menurutnya, Polri dan insan pers merupakan Mitra strategis dalam menjaga stabilitas Kamtibmas, demokrasi, dan edukasi publik.

“Sinergi ini mengutamakan keterbukaan informasi, profesionalisme, serta kepatuhan pada kode etik untuk menangkal hoaks dan mendukung transformasi Polri yang Presisi,” tegas Kelly Korengkeng.

Ia menekankan, hal ini jelas dikatakan Kapolri dalam Kick off Hari Pers Nasional tahun 2026 yang diadakan 30 November 2025 di Alun-alun Kota Serang, Banten.

“Kami berharap sikap alergi terhadap wartawan oleh Kasat Lantas Minahasa bisa menjadi perhatian dan evaluasi baik Kapolres Minahasa AKBP Steven Simbar serta Kapolda Sulut Irjen Pol. Dr. Roycke Harry Langie,” tandas Korengkeng. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *