JEJAKSULUT.COM-Kebersamaan pemerintah provinsi Sulut bersama Keraton Surakarta Hadiningrat makin erat. Setelah Gubernur Olly Dondokambey bersama Ir Rita Maya Dondokambey Tamuntuan mendapatkan gelar kehormatan yang diberikan pihak Keraton, di Solo, awal Agustus lalu. Kali ini pihak Keraton Surakarta Hadiningrat yang menyambangi bumi nyiur melambai.
Halnya terbangun dalam puncak Gebyar Kemerdekaan dan Pentas Seni Budaya Jawa Sunda Minahasa, Sabtu (31/8). Berlangsung di Megamas Manado, rombongan Keraton Surakarta Hadiningrat disambut langsung Gubernur OD yang bergelar Kanjeng Pangeran Arya Dharmanegara bersama Mas Ayu Dharmaningtyas, gelar yang disandang Ir Rita, yang diberikan langsung Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.
Diketahui setibanya di Sulut, Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono XIII yang didampingi Kanjeng Pangeran Adipati Anom Hamengkunegoro Sudibyo Rajaputra Mataram bersama Gusti Raden Ayu Lelyana Dewi, Gusti Raden Ayu Putri Purnaningrum serta para Sentana Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat pun para Abdi Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat, melakukan melaksanakan beberapa rangkaian kegiatan. Salah satunya berkunjung ke daerah Jawa Tondano, Minahasa, dan berdialog dengan masyarakat Jawa di masjid Kyai Modjo.
Maka dalam puncak acara semalam, Gubernur OD didampingi Wagub Steven Kandouw bersama Forkopimda bersama seluruh kerukunan keluarga Jawa Indonesia di Sulut, menyambut sukacita penyelenggaraan Gebyar Kemerdekaan RI. “Yang malam ini atas tuntutan Tuhan acara ini bisa berjalan dengan baik. Kami mengapresiasi kepada kerukunan keluarga Jawa, Sunda dan rekan pelaku adat Minahasa, yang bisa berkolaborasi bersama untuk menyelenggarakan kegiatan pentas budaya dalam peringkat HUT RI,” katanya.
Maka dirinya juga sangat berterima kasih atas kunjungan langsung Gusti Kanjeng Ratu Pakubuwono bersama dengan seluruh jajaran Keraton Surakarta Hadiningrat. “Terima kasih sudah datang jauh-jauh dari Solo ke Sulut,” ungkapnya. “Tentunya banyak hal yang bisa dilihat di Sulut. Karena sejarahnya juga, seperti kemarin sudah bisa berkunjung ke Jawa Tondano. Dan berdialog dengan masyarakat Jawa yang ada di masjid Kyai Modjo,” tambahnya.
Pun kunjungan ini akan sangat berdampak pada status Sulut yang merupakan laboratorium kerukunan di Indonesia. “Itu sangat berdampak positif bagi warga Sulut. Yang sampai hari ini dikenal dengan Sulut sebagai laboratorium kerukunan. Karena semua bisa berkomunikasi dengan baik. Semua tokoh agama, semua tokoh masyarakat, bisa berkomunikasi dengan baik di provinsi Sulut. Hidup berdampingan terus,” terangnya.
Pasalnya kata Gubernur dua periode ini, masyarakat dapat menyaksikan langsung pagelaran adat Jawa yang ditampilkan. “Ini sangat membahagiakan bagi kami pemerintah Sulut dan seluruh masyarakat. Karena malam ini kita bisa menyaksikan pentas budaya secara langsung. Tari-tarian yang langsung dibawa dari Keraton Surakarta Hadiningrat,” katanya lagi mengatakan hal ini akan sangat membanggakan masyarakat. “Tentunya ini sangat membanggakan bagi kita semua. Mudah-mudahan kita juga akan berkunjung dengan tim kesenian ke Keraton. Mudah-mudahan ini bisa berjalan dengan baik. Kami ucapkan selamat karena bisa menyaksikan pentas budaya. Tuhan memberkati kita semua,” tegasnya lagi.()




