Resmi Digelar, Catur Cup UNIMA 2026 Jadi Ajang Penjaringan Bibit Pecatur Potensial Sulut

JEJAKSULUT.COM, MINAHASA — Suasana kompetisi yang penuh taktik dan adu kecerdasan mulai mewarnai lingkungan Universitas Negeri Manado (UNIMA).

Kejuaraan bertajuk Catur Cup UNIMA 2026 resmi bergulir pada Jumat (25/9/2026), bertempat di Auditorium UNIMA.

Turnamen ini sukses menarik perhatian dan mempertemukan peserta dari berbagai lintas kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Di atas papan catur (64 kotak), para peserta tidak hanya beradu taktik, tetapi juga dituntut untuk mengandalkan konsentrasi penuh, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan yang krusial.

Ajang bergengsi ini dibuka secara langsung oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Denny Mangala.
Rektor UNIMA, Dr. Joseph Philip Kambey, S.E., Ak., MBA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan turnamen ini adalah wujud nyata komitmen kampus dalam membuka ruang pengembangan bakat dan prestasi mahasiswa di luar ranah akademik.

Menurut Rektor, olahraga catur memiliki nilai filosofis yang tinggi. “Catur bukan sekadar permainan, tapi olahraga yang melatih ketajaman berpikir, strategi, kesabaran, dan sportivitas.

Melalui Catur Cup UNIMA 2026 ini, kami ingin UNIMA menjadi rumah bagi pengembangan bakat dan prestasi, tidak hanya akademik tetapi juga olahraga,” ujar Rektor Unima.

Lebih lanjut, ia berharap kompetisi ini bisa menjadi batu loncatan bagi lahirnya pecatur-pecatur baru asal Sulawesi Utara yang kelak mampu mengharumkan nama daerah di level nasional bahkan internasional.

“Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas,” pesannya kepada para peserta.

Dukungan penuh terhadap pelaksanaan turnamen ini juga datang dari Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Minahasa.

Ketua Percasi Minahasa, Jeffry Uno, menilai Catur Cup UNIMA memiliki peran yang sangat strategis dalam ekosistem pembinaan atlet.

“Kami dari Percasi Minahasa sangat mengapresiasi Catur Cup UNIMA 2026. Turnamen seperti ini sangat penting untuk menjaring bibit-bibit pecatur muda potensial,” ungkap Jeffry.

Jeffry menyoroti tingginya antusiasme peserta yang menjadi bukti bahwa olahraga asah otak ini masih memiliki tempat istimewa di tengah masyarakat.

Ia pun menegaskan kesiapan Percasi Minahasa untuk terus menjalin sinergi dengan UNIMA terkait pembinaan berkelanjutan.

“Harapan kami, ke depan akan lebih banyak turnamen yang digelar secara rutin. Percasi Minahasa siap berkolaborasi untuk pembinaan dan peningkatan prestasi,” imbuhnya.

Catur Cup UNIMA 2026 diharapkan tidak hanya berhenti sebagai ajang perayaan atau pertandingan semata, melainkan menjadi kawah candradimuka bagi pembinaan pecatur Sulawesi Utara dalam mencetak atlet-atlet yang siap bersaing di kasta kompetisi yang lebih tinggi. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *