JEJAKSULUT.COM, MINAHASA — Komitmen terhadap penguatan sektor pertanian lokal terus ditunjukkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), BRI Branch Office Tondano menyalurkan bantuan infrastruktur senilai Rp447.400.000 kepada Kelompok Tani Kamangen di Desa Sendangan, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Rabu (15/9/2026).
Bantuan dana tersebut dialokasikan secara khusus untuk mendukung pembangunan jalan kebun yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak bagi para petani setempat.
Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Branch Office Head BRI Tondano, Ronald Engelbert Pinontoan, dengan didampingi jajaran manajemen BRI Cabang Tondano.
Dorong Efisiensi dan Produktivitas Petani
Ronald Engelbert Pinontoan menegaskan bahwa ketersediaan akses jalan yang memadai merupakan salah satu faktor krusial dalam menopang kegiatan operasional masyarakat petani.
“BRI ingin bantuan CSR yang diberikan benar-benar memberikan manfaat dan mendukung kegiatan produktif masyarakat. Jalan kebun ini kami harapkan dapat membantu petani dalam menjalankan aktivitas mereka,” ujar Ronald.
Menurutnya, infrastruktur jalan perkebunan yang baik akan berdampak langsung pada kelancaran mobilitas pertanian — mulai dari pengangkutan sarana produksi seperti pupuk, hingga proses distribusi hasil panen menuju pasar.
“Harapannya, akses yang semakin baik bisa membuat aktivitas petani lebih mudah dan efisien. Kami juga berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan bersama dan dirawat dengan baik,” tambahnya.
Solusi Nyata Kendala Akses Perkebunan
Bantuan senilai ratusan juta rupiah ini disambut hangat oleh Kelompok Tani Kamangen. Pembangunan jalan perkebunan ini dinilai menjadi angin segar sekaligus solusi konkret atas kendala mobilitas fisik yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi warga Desa Sendangan.
Perwakilan Kelompok Tani Kamangen menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian BRI Tondano terhadap mata pencaharian utama warga desa.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BRI Tondano. Bantuan ini menjawab kebutuhan yang selama ini kami hadapi, terutama masalah akses menuju kebun,” ungkap salah satu pengurus kelompok tani.
Dengan kondisi jalan yang nantinya jauh lebih layak, para petani meyakini biaya logistik dan waktu angkut hasil bumi dapat dipangkas signifikan.
Pihaknya juga berkomitmen untuk merawat infrastruktur jalan tersebut secara swadaya demi pemanfaatan jangka panjang.
“Kami akan menjaga dan memanfaatkan jalan ini sebaik mungkin. Mudah-mudahan bantuan seperti ini bisa terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Penyaluran program CSR ini diharapkan tidak hanya berdampak pada anggota Kelompok Tani Kamangen saja, tetapi juga mampu mengakselerasi roda perekonomian masyarakat Desa Sendangan secara lebih luas melalui konektivitas wilayah perkebunan yang lebih optimal. (*)







