MANADO— Ratusan sopir dump truck yang
tergabung dalam Aliansi Sopir Dump Truck Sulawesi Utara (AS-DT Sulut) menggelar demonstrasi besar-besaran di depan Kantor DPRD Sulut, Senin (29/9/2025). Mereka memprotes kelangkaan solar bersubsidi yang dinilai semakin parah akibat permainan mafia BBM, bahkan menyeret nama oknum aparat.
Sekitar 250 unit dump truck diparkir di sekitar kantor DPRD Sulut sebagai simbol keresahan para sopir. Mereka mengaku antre berjam-jam di SPBU, bahkan hingga 15 jam, namun sering kali tidak kebagian solar subsidi.
Dalam orasinya, koordinator aksi William Luntungan menuding adanya keterlibatan oknum aparat kepolisian dalam jaringan mafia solar di Sulut. “Kalau ada pelaku BBM ilegal ditangkap, biasanya tidak lama langsung dilepas. Kami curiga ada bekingan kuat,” tegas Luntungan disambut sorak dukungan para sopir.
Selain itu, para sopir menyuarakan tujuh tuntutan, di antaranya:
* Meminta setiap wilayah di Sulut memiliki SPBU khusus solar subsidi dengan pengawasan ketat aparat, BPH Migas, dan pemerintah daerah.
* Mendesak pencopotan pejabat BPH Migas dan Pertamina Sulut karena dianggap lalai mengawasi distribusi BBM bersubsidi.
* Meminta Kapolda Sulut menindak tegas oknum aparat dan petugas SPBU yang diduga terlibat permainan solar.
* Membentuk tim pengawasan solar subsidi yang melibatkan sopir dump truck, aparat penegak hukum, dan pemerintah.
* Menuntut transparansi dalam penggunaan barcode solar subsidi agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Aksi tersebut diterima sejumlah anggota DPRD Sulut, di antaranya Inggried Sondakh, Jeane Laluyan, Royke Roring, Hillary Tuwo, Eugenie Mantiri, dan Abdul Gani. Mereka berjanji akan menindaklanjuti aspirasi massa dengan menggelar rapat dengar pendapat bersama Pertamina, BPH Migas, serta pihak kepolisian dan TNI.
Demonstrasi kemudian bergeser ke Kantor Gubernur Sulut. Meski berlangsung damai, aksi ini diwarnai isu adanya intervensi dari oknum tertentu yang mencoba menghalangi sopir agar tidak ikut serta dalam demonstrasi.
“Kami tidak akan berhenti bersuara sampai mafia solar benar-benar diberantas. Jangan biarkan rakyat kecil jadi korban permainan orang-orang yang punya kuasa,” ujar seorang sopir dalam orasinya.







