Pendeta di Sangihe Meninggal Dunia Usai Terperosok ke Lubang Tambang Sedalam 16 Meter

JEJAKSULUT.COM, SANGIHE – Sebuah insiden tragis menimpa seorang pemuka agama di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Margaretha Tohis (67), yang berprofesi sebagai seorang Pendeta, meninggal dunia setelah terperosok ke dalam lubang tambang sedalam kurang lebih 16 meter di Kampung Tumalede, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 15.30 WITA.

Kapolsek Tabukan Selatan, Ipda Abdul Karim Mahalieng, S.H., membenarkan adanya laporan kejadian tersebut.

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat ke lokasi begitu menerima informasi dari warga.

Dijelaskannya, sesuai pengakuan para saksi peristiwa bermula saat korban tengah beraktivitas mencari kayu bakar di sekitar lokasi tambang yang terletak tidak jauh dari rumahnya.

“Diduga akibat kondisi medan, korban terpeleset dan langsung jatuh ke dalam lubang tambang sedalam belasan meter tersebut,” sebut Kapolsek.

Kapolsek katakan suami korban, Januari Tuwoisi (62), menjadi orang pertama yang menyadari petaka ini.

Dimana, saat berada di rumahny yang hanya berjarak 15 meter dari tempat kejadian perkara (TKP)—Januari mendengar suara dentuman keras seperti ada sesuatu yang jatuh ke dalam lubang.

“Mendengar suara tersebut, saksi langsung bergegas menuju sumber suara. Ia mendapati penutup lubang tambang di belakang rumahnya sudah dalam kondisi jebol,” ujar Ipda Abdul Karim Mahalieng.

Dalam kondisi panik, Januari langsung berlari mencari bantuan.

Ia menemui Samuel Tuwoisi (54), pemilik kamp tambang yang berada di seberang jalan, berjarak sekitar 150 meter dari TKP.

Samuel bersama rekan-rekannya langsung bergerak menuju lokasi untuk berupaya memberikan pertolongan pertama sembari menghubungi pihak Polsek Tabukan Selatan.

Polisi bersama warga sekitar bahu-membahu melakukan proses evakuasi yang cukup sulit mengingat kedalaman lubang yang mencapai 16 meter.

Setelah upaya keras selama hampir satu setengah jam, tubuh korban akhirnya berhasil diangkat ke permukaan.

“Korban berhasil dievakuasi dari dalam lubang tambang sekitar pukul 17.00 WITA. Namun, korban dinyatakan dalam keadaan meninggal dunia,” tutup Kapolsek.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *