PDI Perjuangan ‘Panaskan Mesin Partai’ Lebih Awal, Musancab Minahasa Jadi Fondasi Menuju Pileg 2029 dan Pilkada 2030

JEJAKSULUT.COM, MINAHASA– Genderang konsolidasi kekuatan mulai ditabuh oleh Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Sulawesi Utara.

Bertempat di Gedung Wale Ne Tou, Tondano, Rabu (13/5/2026), Bendahara Umum DPP sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, secara resmi membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) serentak se-Kabupaten Minahasa.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa partai berlambang banteng moncong putih tersebut tidak ingin kehilangan momentum dalam menjaga dominasi politiknya di akar rumput.

Lautan Kader Memadati Tondano

Tidak kurang dari 12.000 pengurus tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan perwakilan Ranting dari seluruh penjuru Minahasa memerahkan lokasi acara.

Kehadiran massa yang masif ini menunjukkan soliditas struktural yang tetap terjaga di bawah kepemimpinan Olly Dondokambey, yang didampingi langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa, Robby Dondokambey, S.Si, MAP.

Dalam arahannya, Olly menegaskan bahwa restrukturisasi di tingkat basis ini harus tuntas tepat waktu.

Ia mematok target ambisius namun terukur: seluruh struktur PAC sudah harus terbentuk sempurna paling lambat Agustus 2026.

“Kita bersyukur bisa berkumpul untuk konsolidasi. Saya berharap rencana besar ini berjalan mulus. Struktur partai harus sudah siap jauh sebelum genderang Pemilu 2029 bertalu,” tegas sosok yang juga menyandang gelar Profesor Kehormatan tersebut.

Seleksi Ketat: Larangan Rangkap Jabatan

Musancab kali ini bukan sekadar seremoni organisasi. Olly menekankan adanya proses seleksi yang ketat bagi calon pengurus. PDI Perjuangan menginginkan kader yang militan dan bersih dari benturan kepentingan.

Salah satu poin krusial yang disoroti adalah evaluasi terhadap kader yang menjabat sebagai perangkat desa atau posisi lain yang dilarang oleh aturan partai.

Kedisiplinan menjadi harga mati bagi setiap calon pengurus. Integritas yakni Kader tidak boleh memiliki jabatan ganda yang bertentangan dengan AD/ART partai. serta menjaga Citra Partai, profesionalitas di tingkat basis adalah cerminan wajah partai di mata publik.

“Jika ada yang rangkap jabatan dan bertentangan dengan aturan, itu harus diperhatikan serius. Hal tersebut bisa berdampak buruk bagi citra partai,” ujar Olly dengan nada tegas.

Menanam Ideologi di Generasi Muda

Selain penguatan struktur, literasi politik menjadi misi utama. Olly meminta pengurus yang terpilih nantinya untuk menjadi agen ideologi yang mampu menjangkau generasi muda.

Baginya, pemahaman sejarah perjuangan partai adalah alasan mengapa PDI Perjuangan tetap kokoh menentukan arah kebijakan nasional.

Robby Dondokambey: Momentum Menyatukan Gerak

Senada dengan Olly, Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa, Robby Dondokambey, melihat Musancab sebagai ruang sakral untuk mempererat persaudaraan antar kader (Marhaenis).

“Musancab bukan agenda rutin biasa. Ini momentum kita menyatukan gerak. Loyalitas kader terhadap garis perjuangan adalah kunci utama keberhasilan partai ideologis,” ungkap Robby.

Kegiatan yang mengusung tema “Satyam Eva Jayate” (Hanya Kebenaran yang Berjaya) ini turut dihadiri oleh jajaran struktural DPD, DPC, hingga anggota DPR RI.

Dengan dimulainya restrukturisasi ini, PDI Perjuangan Minahasa secara de facto telah memulai langkah strategis untuk mengunci kemenangan di masa depan melalui disiplin organisasi yang tanpa kompromi. (*)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *