JEJAKSULUT.COM, Minsel – Di tengah tantangan ekonomi, sebuah inisiatif datang dari muda mudi yang berada di Desa Motoling, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara.
Kedai Kopi Desa hadir untuk menjawab tantangan serta menarik minat masyarakat dan pengunjung di Desa Motoling.
Di Motoling, ini bukan hal baru, menyeduh kopi sudah menjadi budaya turun temurun masyarakat disana.
Namun, dengan hadirnya Kedai Kopi Desa ini semakin menambah cita rasa kopi tradisional yang berkualitas dengan racikan khas.
Stenly Tarek, Owner Kedai Kopi Desa mengatakan mereka menyajikan produk kopi lokal dengan kualitas terbaik.
“Dalam menyeduh kopi, kami mempertahankan nilai keaslian yang menjadi ciri khas produk lokal,” ujar Stenly, Minggu (8/2/2026).
Selain menyasar segmen dewasa dan keluarga, juga merangkul generasi muda melalui varian menu kekinian berbasis susu (milk-based).
“Kami juga menyajikan variasi minuman kopi dengan berbagai rasa,” sebutnya.
Vidi Wowor salah satu penikmat kopi mengatakan, kehadiran Kopi Desa menjadi salah satu penggerak ekonomi Desa.
“Aroma dan rasa kopinya harum dan enak, ada sentuhan tradisional tapi tampilannya modern. Tempatnya juga asyik untuk nongkrong lama-lama tanpa bikin kantong bolong,” ujar Vidi.
Hadirnya Keda Kopi Desa ini, mendapat apresiasi warga setempat.
“Tenan kopi seperti ini sangat bagus untuk tempat nongkrong muda mudi. Kopinya nikmat, dan rasanya bangga bisa mendukung produk asli Motoling yang kualitasnya nggak kalah sama brand besar di kota.” ungkap salah satu warga Motoling.
Masyarakat dan muda mudi disana berharap, tenan kopi seperti ini semakin banyak dan tetap eksis.
“Ini bisa menjadi spot wisata baru di Desa Motoling bagi masyarakat dan pengunjung serta dapat menggerakan ekonomi lokal,” ujar warga. (*)







