JEJAKSULUT.COM, Minahasa – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office Tondano menggelar Media Gathering bersama sejumlah wartawan, pada Selasa (30/12/2025).
Kegiatan yang berlokasi di Restoran Tanaraya, Tomohon, tersebut dihadiri langsung Pimpinan Cabang BRI Tondano Agus Arsyad, didampingi Supervisor Operasional Christian Oroh bersama sejumlah jajaran.
Kegiatan berlangsung akrab dan santai ini melahirkan ide-ide serta gagasan untuk membangun pariwisata di Tanah Minahasa, khususnya Tondano.
Dalam kesempatan tersebut, Pimpinan Cabang BRI Tondano, Agus Arsyad, secara terbuka menegaskan dukungannya terhadap upaya pengembangan pariwisata di Minahasa.
Menurutnya, wilayah Tondano memiliki kekayaan alam dan budaya yang belum tergarap maksimal.
“Saya melihat Minahasa, khususnya Tondano, memiliki banyak sekali spot yang bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata. Ada wisata air, wisata kuliner, hingga wisata malam,” ujar Agus Arsyad.
Ia menyoroti kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi wisata air terpadu, sekaligus pusat kuliner rakyat yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Di pusat kota Tondano sudah ada wisata malam Baombong. Kalau ini dipadukan dengan wisata air di seputaran DAS Tondano, maka destinasi wisata di Tondano akan semakin lengkap,” jelasnya.
Lebih jauh, Agus Arsyad menegaskan kesiapan BRI Cabang Tondano untuk terlibat aktif dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata, termasuk mendorong pembiayaan bagi pelaku usaha.
“BRI Tondano siap memberikan dukungan kepada para penggiat pariwisata di Minahasa. Ini bagian dari komitmen kami mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Pandangan tersebut diamini Kelly Korengkeng, Ketua Persatuan Wartawan Minahasa (Persmin) sekaligus Wakil Ketua PWI Minahasa Bidang Organisasi.
Menurutnya, peluang pengembangan sektor pariwisata di Minahasa terbuka sangat lebar, terlebih dengan mulai tumbuhnya destinasi-destinasi baru di Tondano.
Korengkeng menilai dukungan BRI terhadap sektor pariwisata merupakan langkah strategis, mengingat banyak pelaku UMKM yang ingin mengembangkan usahanya namun masih terkendala permodalan.
“Dengan kehadiran BRI, para pelaku UMKM bisa menjalin kerja sama untuk mengembangkan usaha mereka, terutama yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata jurnalis senior tersebut.
Ia juga menyoroti potensi wisata air di Tondano yang dinilai sangat menjanjikan jika dikelola secara serius dan profesional.
Namun demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Harus ada kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, media, dan perbankan agar pengembangan wisata ini benar-benar terwujud dan berkelanjutan,” ujarnya.
Diskusi semakin hidup seiring ide-ide brilian bermunculan di tengah santap siang. Mulai dari konsep penataan kawasan wisata, pemberdayaan UMKM lokal, hingga aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Pinca BRI Tondano pun turut memberikan masukan konkret terkait pentingnya pengamanan kawasan wisata sebagai faktor penunjang utama.
Agenda ini bukan sekadar wacana di atas meja makan. Semua pihak sepakat bahwa ide-ide positif tersebut perlu ditindaklanjuti melalui langkah nyata dan kolaboratif antara BRI Tondano, media, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Bahkan, agenda seperti ini direncanakan akan terus dilakukan sepanjang tahun sebagai ruang diskusi dan kolaborasi demi kemajuan Minahasa. (*)







